Semakin bertambah umur, rasanya semakin bervariasi pula jenis permasalahan yang di berikan olehNYA. Itu artinya DIA percaya bahwa kita mampu untuk menyelesaikannya. Mengapa kita harus merasa putus asa, kalau DIA pun yakin akan kita. Semudah itulah lisan terucap dari lidah tak bertulang ini. Hmmm yah, teori memang mudah di ucapkan ketimbang menjalankannya. hahahah...
Merasa berkali - kali terjatuh, berusaha untuk bangkit, merasa sok kuat agar kita dapat memberikan sugesti positif kepada hati sendiri bahwa "gue bisa, gue bisa, gue bisa" ujung2nya nangis-nangis juga, hahah manusiawi. Kita manusia terlahir dengan berbagai perasaan. Menangis itu memang tidak berguna bagi sebagian orang, aku sempat tidak menyetujui itu, tetapi sepertinya itu memang benar, kalau menangis secara terus - terusan tanpa melakukan hal untuk meredakan tangis itu. Tapi tak sepenuhnya salah, krn menangis adalah suatu luapan emosi yang tidak dapat kita ungkapkan dengan hal lain, ya selain menangis.
Di lain sisi, aku menangis ketika aku merasa benar - benar sendiri, merasa dikhianati dunia, aku tak memiliki arah. Allah satu - satunya pelindungku, selalu ada untukku seklaipun aku terlihat hina dan tak bernilai bagi sebagian manusia diluar sana.
Dihadapkan dengan sebuah batu besar yang pernah aku temui seumur hidup, membuka mataku mata hatiku, menyadarkanku, dengan cara yang rasanya absurd, sakit gitu. Batu ini bisa saja menghalangiku menuju masa depan gemilang yang menanti didepan mata. Berusaha untuk kuat dalam hati menjerit dan menangis, kepada siapa aku mengadu, disaat orang sekitarku yang mendukungku hanya mampu menepuk - nepuk punggungku, berusaha untuk meredakan gelombang emosi yang keluar melalui derai air mata yang semakin deras dan tak terkendali.
Merasa takut untuk berfikiran positif tetapi berfikiran negatifpun tidak seharusnya dilakukan, aku berada dilorong super duper gelap. Aku hanya mampu mengandalkan hati, keyakinanku terhadap penciptaku yang rupanya sedang sayang-sayangnya terhadapku, terhadap keluargaku. YA!! jatah kesedihan ini, keperihan ini, harus dihabiskan sekarang.
Pertama yang harus dilakukan adalah menguatkan diri sendiri, lalu menguatkan orang - orang yang aku sayangi, keluargaku.
Begini - begini saya kuat loh, saya rapuh tetapi disisi lain saya mampu untuk menguatkan orang - orang yang saya sayangi. :")
Nyatanya, tidak ada orang lemah di dunia ini, semuanya adalah orang yang kuat, memiliki hati yang besar.
0 komentar:
Posting Komentar